Liputan6.com, Jakarta: Target swasembada pangan berkelanjutan adalah upaya Kementerian Pertanian yang perlu diapresiasi, namun juga harus terukur dan perlu dipastikan keberlanjutannya. Apalagi dikaitkan dengan berbagai tantangan ke depan, seperti perubahan musim, ketersediaan lahan, serangan hama dan variabel eksternal lainnya.

Hal ini diungkapkan oleh Akbar Zulfakar, anggota Komisi IV DPR kepada Liputan6.com di Jakarta, Ahad (25/9), sebagai tindak lanjut hasil rapat kerja dengan Menteri Pertanian membahas Rencana Anggaran Pendapatan Belanja Negara (RAPBN) 2012. “Jangan sampai target swasembada pangan hanya menjadi program mercusuar yang tidak dapat dinikmati keberlangsungannya oleh rakyat,” ungkap Akbar.

Kementerian Pertanian menargetkan lima komoditas pangan utama, yakni padi, jagung, kedelai, gula, daging sapi, yang menjadi target swasembada berkelanjutan. Padi dan jagung ditargetkan menjadi swasembada berkelanjutan. Sedangkan kedelai, gula, dan daging sapi ditargetkan swasembada 2014.

Karena itu, Akbar mempertanyakan indikator tercapainya target swasembada mengingat beberapa komoditas pangan masih diimpor oleh Indonesia dalam jumlah besar. “Pemerintah harus menjelaskan langkah strategis dan taktis yang ditempuh untuk mencapai target program swasembada dan capaian terukur di setiap langkahnya,” tuturnya.

Politisi muda dari Partai Keadilan Sejahtera ini juga mempertanyakan program peningkatan produksi 39 komoditas unggulan nasional yang direncanakan pemerintah sampai 2014. Dalam pandangan Akbar, program ini perlu disesuaikan dengan kecenderungan semakin sempitnya lahan pertanian produktif, terutama di Pulau Jawa.

“Apa strategi yang ditempuh pemerintah dengan semakin menyempitnya lahan pertanian di sentra produksi pangan di Pulau Jawa sekarang Harus ada langkah antisipasi mengenai hal seperti ini,” ungkapnya.(ANS)

Selamat datang di Blog Mahasiswa IPB. Ini adalah postingan pertamamu. Edit atau hapus postingan ini dan mulailah menulis blog sekarang juga!

IPB Badge
Categories
Bookmarks